Mengenal Jenis dan Cara Kerja Deductible Asuransi Kesehatan

Deductible asuransi kesehatan adalah sejumlah biaya yang wajib kamu tanggung sendiri sebelum perusahaan asuransi mulai membayar klaim perawatan medismu. Memahami cara kerjanya akan membantu kamu memilih produk asuransi kesehatan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kemampuan finansial.

Deductible asuransi adalah sejumlah biaya yang harus ditanggung terlebih dahulu oleh pemegang polis sebelum perusahaan asuransi mulai menanggung sisa biaya klaim sesuai ketentuan polis. Dalam praktik asuransi, mekanisme ini juga dikenal sebagai risiko sendiri, dan besarannya biasanya sudah ditetapkan sejak awal saat polis diterbitkan.

Dalam konteks asuransi kesehatan, deductible berarti biaya awal yang harus kamu tanggung sendiri sebelum perusahaan asuransi mulai membayar klaim perawatan medis. Setelah nilai deductible terpenuhi, barulah sisa biaya perawatan dapat ditanggung oleh asuransi sesuai dengan manfaat dan limit yang tercantum dalam polis.

Dalam praktiknya, banyak pemegang polis baru menyadari keberadaan deductible justru saat mengajukan klaim pertama kali dan mendapati asuransi tidak menanggung penuh tagihan rumah sakitnya. Memahami apa itu deductible dalam asuransi, cara kerja, jenis, dan pengaruhnya terhadap premi sejak awal akan membantumu memilih produk asuransi kesehatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu, Sobat Bumida.

Apa Itu Deductible Asuransi Kesehatan?

Deductible, atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai risiko sendiri, adalah sejumlah biaya yang wajib kamu bayar sendiri terlebih dahulu sebelum perusahaan asuransi mulai menanggung biaya perawatan kesehatanmu. Dengan kata lain, manfaat polis asuransi kesehatanmu baru aktif setelah kamu memenuhi nilai deductible yang telah disepakati.

Mekanisme ini kini semakin relevan untuk dipahami menyusul terbitnya Surat Edaran OJK Nomor 7/SEOJK.05/2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan yang berlaku sejak 19 Mei 2025. Dalam aturan tersebut, perusahaan asuransi dapat menerapkan mekanisme pembagian risiko (risk sharing) dalam produk asuransi kesehatan, seperti deductible, co-payment, atau kombinasi keduanya.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan juga menerbitkan POJK No.36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan yang mengatur mekanisme pembagian risiko dalam produk asuransi kesehatan.

Cara Kerja Deductible dalam Klaim Asuransi Kesehatan

Cara kerja deductible asuransi kesehatan adalah ketika kamu mengajukan klaim, perusahaan asuransi akan menghitung total tagihan medis terlebih dahulu. Setelah itu, nilai deductible yang berlaku dalam polis akan dipotong lebih dahulu, dan baru sisanya ditanggung oleh asuransi.

Deductible bukan potongan di akhir klaim, melainkan ambang batas yang harus dipenuhi di awal sebelum manfaat asuransi aktif. Besarannya bisa per klaim atau per tahun, tergantung polis yang kamu miliki, Sobat Bumida.

Contoh perhitungan deductible rawat inap

Misalnya kamu memiliki polis dengan deductible tahunan Rp3.000.000. Saat rawat inap dengan total tagihan Rp15.000.000, kamu menanggung Rp3.000.000 terlebih dahulu, sedangkan Rp12.000.000 ditanggung asuransi.

Jika di tahun yang sama kamu kembali dirawat dengan tagihan Rp8.000.000 dan deductible sudah terpenuhi, maka seluruh biaya akan langsung ditanggung asuransi.

Contoh perhitungan deductible rawat jalan

Jika kamu berobat dengan tagihan Rp800.000 dan deductible tahunan Rp3.000.000 belum terpenuhi, maka biaya tersebut ditanggung penuh oleh kamu.

Tambahan Pemahaman Penting tentang Deductible

Deductible bukan hanya sekadar komponen biaya dalam asuransi kesehatan, tetapi juga bagian dari sistem yang membantu menjaga keseimbangan antara perlindungan dan keterjangkauan premi. Dengan adanya deductible, kamu bisa mendapatkan premi yang lebih ringan karena sebagian risiko kesehatan ditanggung secara mandiri di awal.

Dalam banyak kasus, Sobat Bumida yang baru menggunakan asuransi sering mengira semua biaya langsung ditanggung penuh sejak awal. Padahal, deductible menjadi tahap awal yang harus dipenuhi sebelum manfaat perlindungan berjalan sepenuhnya. Dengan memahami hal ini, kamu bisa lebih siap secara finansial saat membutuhkan layanan kesehatan.

Menariknya, sistem deductible juga membantu mendorong penggunaan layanan kesehatan yang lebih bijak. Kamu akan lebih mempertimbangkan kebutuhan medis yang benar-benar penting, sehingga klaim yang diajukan menjadi lebih efektif dan tidak berlebihan.

Dari sisi perencanaan keuangan, memilih deductible yang tepat juga bisa menjadi strategi yang cerdas. Jika kamu memiliki kondisi tubuh yang sehat dan jarang sakit, memilih deductible yang sedikit lebih tinggi bisa membantu menghemat premi bulanan tanpa mengurangi perlindungan utama.

Di Asuransi Bumida, Sobat Bumida dapat memahami lebih dalam mengenai pilihan deductible yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Bumida hadir untuk membantu kamu memilih perlindungan yang tidak hanya aman, tetapi juga tetap nyaman secara finansial.

Jenis-Jenis Deductible dalam Asuransi Kesehatan

Jenis Deductible

Cara Hitung

Contoh

Karakteristik

Tetap (Fixed)

Nominal rupiah per tahun atau per klaim

Rp3.000.000 per tahun

Biaya pasti dan mudah diprediksi

Persentase

Persentase dari total tagihan

10% dari total tagihan

Menyesuaikan besar klaim

Deductible tetap memberikan kepastian biaya, sementara deductible persentase lebih fleksibel karena mengikuti nilai klaim.

Perbedaan Deductible dan Co-payment dalam Asuransi Kesehatan

Deductible adalah biaya awal yang harus kamu bayar sebelum asuransi aktif, sedangkan co-payment adalah bagian biaya yang tetap kamu tanggung setiap kali klaim meskipun asuransi sudah berjalan.

Aspek

Deductible

Co-payment

Waktu pembayaran

Dibayar di awal hingga batas terpenuhi

Dibayar setiap kali klaim

Cara hitung

Nominal tetap atau persentase

Persentase dari tagihan

Dampak premi

Deductible lebih tinggi = premi lebih rendah

Co-payment lebih besar = premi lebih rendah

Manfaat Memilih Skema Deductible dalam Asuransi Kesehatan

Salah satu manfaat utama skema deductible adalah premi asuransi yang lebih terjangkau. Semakin tinggi deductible, semakin rendah premi karena kamu menanggung sebagian risiko.

Selain itu, skema ini membantu kamu lebih bijak dalam menggunakan layanan kesehatan dan mendorong efisiensi klaim. Hal ini juga sejalan dengan regulasi OJK yang mendorong keberlanjutan ekosistem asuransi kesehatan di Indonesia.

Di Bumida, Sobat Bumida dapat menemukan berbagai produk asuransi kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu.

Siapa yang Cocok Menggunakan Skema Deductible?

Skema deductible cocok untuk kamu yang:

  • Memiliki kondisi kesehatan yang baik

  • Jarang membutuhkan layanan medis

  • Memiliki dana darurat yang cukup

  • Ingin premi lebih hemat

Sebaliknya, kurang cocok untuk kamu dengan kondisi kesehatan kronis atau membutuhkan perawatan rutin.

Pengaruh Deductible Terhadap Premi Asuransi Kesehatan

Semakin tinggi deductible, semakin rendah premi yang kamu bayar. Ini karena sebagian risiko ditanggung sendiri oleh kamu, sehingga beban perusahaan asuransi menjadi lebih kecil.

Tips Memilih Besaran Deductible yang Tepat

  • Sesuaikan dengan kondisi kesehatan kamu

  • Pastikan dana darurat mencukupi

  • Hitung frekuensi klaim dalam setahun

  • Bandingkan beberapa produk asuransi sebelum memilih

Lindungi Dirimu dengan Asuransi Kesehatan

Memahami deductible adalah langkah awal untuk memilih asuransi kesehatan yang tepat. Langkah berikutnya adalah memastikan kamu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu.

Di Bumida, Sobat Bumida bisa mendapatkan berbagai pilihan perlindungan asuransi kesehatan yang fleksibel, mudah dipahami, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Pertanyaan Seputar Deductible Asuransi Kesehatan

Apakah asuransi menanggung 100% setelah deductible?

Tidak selalu. Setelah deductible terpenuhi, sebagian produk menanggung penuh, namun ada juga yang masih menerapkan co-payment.

Apakah deductible diatur oleh OJK?

Ya, melalui SEOJK No.7/SEOJK.05/2025 tentang penyelenggaraan produk asuransi kesehatan.

Bagaimana cara mengetahui besaran deductible?

Besaran deductible tercantum dalam ringkasan polis atau bisa ditanyakan langsung ke perusahaan asuransi.

Jangan lupa share artikel ini ke orang terdekatmu dan juga follow social media Asuransi Bumida agar kamu tidak ketinggalan info menarik!

Untuk informasi lebih lengkap tentang produk kami, kunjungi kantor cabang Bumida terdekat, kantor layanan pemasaran terdekat serta melalui Layanan Informasi Bumida (LINDA) untuk mendapatkan pengalaman interaktif dengan Customer Service Bumida di nomor 081280631967.

Charisma Dina Wulandari / Bagian Hubungan Masyarakat

Facebook        : @asuransi_bumida

Instagram        : @asuransi_bumida

Youtube           : @asuransi_bumida

TikTok              : @asuransi_bumida

LinkedIn           : PT Asuransi Umum Bumida 1967

PT Asuransi Umum Bumida 1967 terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

JL. Wolter Monginsidi No. 63. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Telp : (021) 7222685 (Hunting)
headoffice@bumida.co.id
whatsapp